March 8, 2019

Cara Mencegah Dismenore, Nyeri Bulanan yang Jadi Teman Para Wanita


*jalan dengan anggun ke podium*
*berdehem sedikit untuk melegakan tenggorokan*
*mengetuk mikrofon untuk cek suara*

Jadi perempuan itu berat, saudara-saudara. Percayalah. Kami berdarah-darah setiap bulannya, bahkan tidak hanya itu, tetapi juga merasakan yang namanya Dismenore di saat yang sama. Shout out to all women out there, you guys are so tough and strong!

Tentang Dismenore/Nyeri Haid


Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dismenore adalah:

dismenorea/dis·me·no·rea/ /disménoréa/ n Dok nyeri haid; senggugut

n Dok = nomina; Kedokteran/Fisiologis

Intinya, dismenore adalah kata lain untuk menyebut rasa nyeri pada bagian perut bawah yang mengikuti siklus haid setiap bulannya. Dismenore ini biasa dirasakan sejak beberapa hari sebelum haid tiba, sampai hari-hari awal haid. Ada yang sampai hari pertama haid, kedua, bahkan ketiga.

Yess, teman-temanku. Nyeri yang kita rasakan setiap bulannya ini ada istilah medisnya, dan memang hal yang biologically wajar dirasakan. Tapi apakah semua wanita yang haid mengalami dismenore?


Nah gambar di atas adalah hasil surveyku di instagram story dan ternyata 72% dari responden mengalami dismenore. Tinggi juga ya persentasenya. Nah berarti faktanya, nggak semua mengalaminya. Bahkan aku pribadi ngga setiap bulannya mengalami hal ini. Kadang ngga nyeri, tapi seringnya iya sih. Hehe.

Tapi sebelum kamu terlanjur berteriak, "Tuhan ngga adil!", I'm gonna tell you dismenore ini bisa dihindari loh. Yap, dismenore ternyata adalah pilihan di hidup ini, bukan variabel tetap yang harus selalu ada.

Okay, ternyata dismenore bisa dihindari, lalu gimana caranya??

Tenang-tenang... Faktanya, kalau aku ke si dia cuma berjarak one call away, jarak antara informasi dengan ketidaktahuan ternyata sebatas one Googling away. Wetss, di Google memang udah banyak banget cara untuk mengobati nyeri haid. Tapi artikel tentang upaya preventif/pencegahan nyeri haid rasanya belum banyak nih.

Nah maka dari itu, di sini aku mau share hal-hal simpel yang biasa aku lakukan untuk mencegah nyeri haid. Oh iya, disclaimer dulu, tips-tips ini mungkin ngga mempan untuk yang nyeri haidnya memang sudah turunan ya. Tapi, semoga dengan tips ini, nyeri yang dirasakan bisa berkurang. Mari sama-sama bilang amin? Aaamiiin...

1. Perbanyak Makan Sayur & Buah-buahan


Sayur & buah ternyata ampuh banget untuk menjaga badan kita tetap fit menghadapi dismenore. Ini udah aku amati setiap haid, kalau pas lagi nyeri, aku langsung introspeksi dan mengenang (apasih) pola makanku beberapa minggu ke belakang. Pasti sayur & buahnya jarang. Auto menyesal deh.

Padahal, ngga sulit loh menemukan sayur & buah di sekitar kita. Kalau ngga terlalu suka sayur, banyakin buahnya. Begitupun sebaliknya. Tips juga untuk yang ga suka buah, bisa minum jusnya aja.

2. Air Putih adalah Kunci


Nah, yang satu ini lebih mudah lagi dipenuhi daripada tips sebelumnya. Rumah/sekolah/kantor mana sih yang ngga ada air putihnya? Yang suka ngga ada itu kesadaran kita untuk rajin minum air putih. Ada juga beberapa orang yang mungkin karena ngga dibiasakan minum air putih sejak kecil, jadi kurang 'doyan'. Hadeu yang gini gini nih!

Aku punya trik kalau kalian ngga doyan air putih. Campur air putih dengan sejumput gula pasir. Sedikit aja tapi ya! Setengah sendok teh cukup, rasanya jadi lebih enak dan lebih gampang kamu telan. Selain gula, bisa juga diakali dengan madu. Kalau ini agak banyak juga ngga apa-apa. Campur madu dalam air & voila! Rasa air putihmu jadi enak banget deh :9

Minum air putih setidaknya 1 liter perhari bisa menghindarkan kita dari dismenore, jadi mulai sekarang perbanyak lagi air putihnya ya!

3. Olahraga; Sedikit tapi Rutin


Kayaknya yang satu ini adalah yang paling berat bagi yang bukan penganutnya. Yes, olahraga itu membantu banget untuk menghindarkan kita dari nyeri haid loh. Olahraga ngga melulu soal freeletics yang bikin hari esok bagaikan berjalan tanpa kaki. Bukan juga soal 3k 5k 10k run.

Mulai rutinkan olahraga dari hal yang simpel aja, tapi rutin! Rutin di sini pun ngga harus 7 hari dalam seminggu. Mulai dari 1 minggu sekali dengan porsi sedang, atau 1 minggu 2x dengan porsi kecil. Porsi sedang itu bisa dengan jogging 1 km di komplek perumahan gebetan, atau berenang 2 jam di kolam renang apartemen, atau jalan santai 2 jam di Car Free Day.

Porsi kecil bisa stretching dari kepala sampai kaki di kamar lanjut jumping jack & hi-knee masing-masing 30x. Intinya pastikan badan kita cukup gerak, jadi sendi-sendi ngga kaku & badan selalu fresh.

4. Keep the Positive Mind!

Dari semua tips, tentu ini yang paling penting. Percaya ngga sih kalau manusia punya kemampuan menyugesti badannya? Kalau badan mulai gak enak, jangan justru, "Ah pasti sakit nih, ah udah ini tanda-tanda meriang dah ini mah". Jangaan. Justru lebih baik, "Sehat sehat sehat. Capek aja ini badan, kalo gitu bobok cepet deh malem ini. Biar istirahat, besok fresh lagi deh!".

Aku adalah kaum yang percaya dengan hal ini. Positive mind brings positive energy, ceunah.

...

Buat semua yang mengalami dismenore, hadapi dengan tangguh yaa! Embrace this with positive energy. It hurts, a lot! That's why we have to do something about it. Prevent it better than heal it.

One of Google's works for International Women's Day 2019

Sarah Mustika. March 8th 2019. Ciao & Happy International Women's Day

No comments:

Post a Comment