September 13, 2017

Pantai Wohkudu: Teluk Mini yang Tersembunyi

Indeed, nature is the best piece of art.
~~Playing on repeat: Ello - Masih Ada

Tentu kita semua sering mendengar kalimat "bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian". Rasanya, kalimat ini menjadi gambaran sempurna salah satu surga tersembunyi di Gunung Kidul, DIY yang akan aku ceritakan kali ini!

Yap, Pantai Wohkudu namanya.



:: Mengapa Pantai Wohkudu?


Aku mengunjungi Pantai Wohkudu pada Januari 2017 bersama pacar *ehem* ketika sedang ada waktu libur semester. Sebelum beranjak dari rumah dan memulai perjalanan yang cukup membuat (maaf) bokong setiap orang yang melakukannya menjadi tepos, kami tidak tahu sama sekali akan seperti apa wujud Pantai Wohkudu ini. Kami hanya menyasar pantai yang anti-mainstream, belum banyak dikunjungi. Aku pun menelusuri Google Maps untuk mencari nama pantai yang jarang didengar. Berbekal HP dengan baterai dan jaringan internet, serta gambar pantai yang (sepertinya) menjanjikan, berangkatlah kami naik motor ke Pantai Wohkudu.

Di kalangan orang awam, pantai ini memang belum begitu populer. Meskipun begitu, hal inilah yang membuat pantai ini menjadi surga tersembunyi yang sempurna. Pantai ini berlokasi di tenggara kota Yogyakarta, tepatnya di desa Girikarto, Panggang (yes yes grill), Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketik saja "Pantai Wohkudu" atau "-8.098909, 110.440722" di mesin pencarian Google untuk lebih jelasnya.

Sumber Google Maps. Kira-kira 42,8 km dari pusat kota Yogyakarta.

Nama Wohkudu sendiri berarti Buah (woh) Mengkudu (kudu). Jangan tanya mengapa namanya demikian, ya, karena aku pun kurang tahu. Hehe. Mungkin karena banyak pohon mengkudu di daerah tersebut. Pada awalnya, aku kira Wohkudu itu gabungan antara Woh (ekspresi WOW! dengan logat Jawa) dan Kudu ('harus' dalam bahasa Jawa). Sehingga, maksudnya adalah, "Wow! Kamu harus ke sini~" (sesat, tapi masuk akal lah ya).


:: Perjalanan


~~Playing on repeat: Maliq & D'Essentials - Setapak Sriwedari

Selepas dari Ring road Selatan Kota Yogyakarta, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1,5 - 2 jam menggunakan motor. Seperti perjalanan ke pantai Gunung Kidul pada umumnya, rute akan semakin berkelok dan menanjak hingga masuk wilayah kota Gunung Kidul. Rambu arah yang spesifik menunjuk ke Pantai Wohkudu akan jarang terlihat, namun silakan ikuti jalan menuju Pantai Kesirat karena arah keduanya sama.

Untuk sampai di pantai ini butuh kesabaran dan ketelatenan dalam mencari jalan. Google Maps dapat diandalkan untuk menjadi petunjuk jalan. Saranku adalah, silakan "save to offline" rute perjalanan yang muncul di GMaps agar tetap dapat diakses ketika sinyal internet mulai hilang. Selain itu, jangan ragu untuk bertanya pada warga setempat jika kamu merasa sudah dekat. Kala itu, kami berdua berniat memotong jalan agar lebih cepat, namun justru menemui jalan setapak yang curam dan licin. Beruntunglah kami bertemu seorang warga yang cepat-cepat menyuruh kami putar balik.

Setelah kembali ke jalan yang benar dan melanjutkan perjalanan, aku terpana akan pemandangan yang disuguhkan Sang Agung. Saking indahnya, kami memutuskan untuk berhenti sejenak, mengagumi yang tersaji di depan kami. Dari atas bukit, terlihat jelas garis horizon bumi dan birunya Samudera Hindia, lengkap dengan hijaunya pepohonan di sekitar kami, menambah harmoni yang rasanya terus meminta dikagumi. Karena jalanan yang lebarnya hanya muat 1 mobil itu sangat sepi, aku pun menyempatkan diri mengambil beberapa gambar.



Dari titik tersebut, kira-kira memakan waktu 10 menit untuk akhirnya sampai pada 'gerbang' pantai. Ketika aku sebut 'gerbang', tolong jangan berekspektasi macam-macam, ya. 'Gerbang' pantai ini adalah sebuah warung dengan tempat parkir untuk 8-10 motor. Sang ibu pemilik warung mengamini bahwa di sana adalah jalan menuju Pantai Wohkudu. Kami hanya perlu memarkirkan motor lalu berjalan menuruni bukit sampai ke pantai.

Dengan bukit yang harus dituruni sekitar 30-50 menit berjalan kaki, aku bisa pastikan bahwa Pantai Wohkudu bukan tujuan wisata keluarga. Percayalah, lebih baik tidak membawa anak kecil atau orang lanjut usia ke sini karena rute jalan setapak yang cukup terjal dan licin. Namun, kalau kamu menyukai alam dan tantangan, rute ini pasti sangat menyenangkan untuk dilalui!

Pantai semakin dekat! *Sumber Gambar*
Pantai pun semakin dekat, aroma asin garam yang tertiup angin semakin tercium. Pantai Wohkudu rupanya adalah sebuah teluk mini yang diapit oleh 2 bukit cadas. Sebelum menginjak pantai, ada tanah cukup lapang yang biasa digunakan untuk pengunjung berkemah.


Sampailah kami di Pantai Wohkudu~


~~Playing on repeat: Big Bang - We Like 2 Party

Kami pun dikagetkan dengan beberapa ekor monyet yang menyambut di depan kami. Sayang, saking waswasnya, kami tidak sempat memfoto kawanan monyet itu. Untunglah mereka tidak agresif dan cenderung cuek maka selamatlah kami. Kami kembali kaget karena rupanya tidak ada pengunjung lain sama sekali. Betul-betul surga yang tersembunyi!

Tidak lama, segerombolan remaja yang sepertinya warga setempat datang dan bermain voli di atas pasir putih yang terbentang. Aku sambil menikmati angin khas pantai, tidak henti-hentinya mengagumi sebingkai karya Tuhan ini. Mungkin jika di surga ada pantai, salah satunya bernama Wohkudu, pikirku.

Surga tersembunyi. *Sumber Gambar*


Untuk kalian yang berencana liburan ke Daerah Istimewa Yogyakarta, kudu banget ke Pantai Wohkudu! Atau cari surga-surga tersembunyi lainnya. Yogyakarta bukan hanya Kraton, Malioboro, dan Borobudur saja (bahkan candi ini bukan di DIY, melainkan Jawa Tengah). Pantai di Yogyakarta juga bukan hanya Drini, Pok Tunggal, Parangtritis saja. Berjajar pantai yang menunggumu di sini.

Liburan menjadi waktu yang sangat berharga tentunya. Ketika datang waktu liburan, kita harus pandai-pandai mencari kegiatan atau tujuan wisata yang kece dan tak terlupakan. Tidak hanya tujuannya, tapi perjalananmu juga harus menyenangkan. Mulai dari tahap awal cari tiket pesawat/kereta menuju kota tujuanmu, pastikan jadi pengalaman yang menyenangkan. Untuk aku pribadi sih biasanya mengandalkan Tiket.com untuk cari tiket kereta ke Jogja. Praktis & kredibel, cocok lah! Nah, sesampainya di Jogja, beragam pilihan transportasi siap dipilih, mulai dari bus Transjogja, Ojek Online, sampai yang populer untuk turis, sewa motor.

Apapun pilihannya, dibawa happy aja~ Yuk temukan surga-surga tersembunyi di negeri Indonesia, dan bersama-sama jaga keasriannya agar bisa dinikmati hingga anak-cucu kita!

Good angle provided by Irfan :}

No comments:

Post a Comment