April 11, 2012

Rumput Tetangga Lebih Hijau?

Ketika SMP, aku bertanya-tanya akan jadi apa masa SMA-ku. Aku suka membayangkan hal-hal indah terjadi. Ketika itu, hal-hal indah yang ku maksud adalah ke mall jalan-jalan, nonton film, karaoke, dan lainnya. SMA itu indah, bisa lebih bebas dan..... ah, asik pokoknya!

Tapi sekarang, di masa SMA-ku yang sebenarnya, semua itu salah!
Bukan, jangan negative thinking dulu. Bukan masa SMA-ku yang tidak indah. Semua hal-hal indah yang dulu ku bayangkan memang tidak sepenuhnya terjadi. Di SMA-ku, aku tidak melulu ke mall, jalan-jalan, nonton film, karaoke, dan sebagainya. Bahkan aku jarang melakukan itu semua.

Sering kali aku melihat teman-temanku menulis di akun twitternya, "@ XXI, otm ___", atau "@ (rumah makan) with 5 others" dan semacamnya. Yak, mereka melakukan hal-hal indah itu, yang aku tidak selalu bisa lakukan. They enjoy their high school period, now... Ada rasa iri, kenapa aku nggak sebebas itu? Kenapa waktu untuk bersenang-senang itu terbatas?
Rumput tetangga terlihat lebih hijau....

Tapi kemudian aku mencambuk diriku sendiri, agar kembali ke kenyataan. Berpikir realistis dengan visi beberapa langkah lebih maju.

Hal-hal indah itu salah kaprah!
Yang ada di SMA-ku adalah hal-hal indah yang sebenarnya. Yang bertahan lama, bukan indah sebatas sekelebatan mata. Aku tidak ke mall jalan-jalan, tapi aku ke kantor-kantor media dan melakukan kerja sama. Aku tidak melulu nonton film, tapi aku jadi tontonan di pentas teater sekolah. Aku pun tidak ke karaoke bersama teman-teman, tapi aku talkshow di radio-radio lokal untuk promo event. Aku menyanyikan kebahagiaan bersama Padmanaba, Padmanaba 68.

Aku bohong, apabila aku berkata itu semua tidak berat. Ya, itu berat, tapi aku menikmatinya. Karena aku yakin, suatu hari hal-hal indah ini lah yang akan membawaku ke kehidupan yang sebenarnya, lalu menemaniku untuk menakhlukkan hidup, dan memenangkannya.
Rumput tetangga lebih hijau? Silakan, tapi rumput tetangga tidak lebih subur.

No comments:

Post a Comment